Selasa, 21 April 2015

Hospital Flower – Owl City dan terjemahnya




 

I survived
(aku bertahan)
A dreadful accident
(dari sebuah kecelakaan yang mendadak)
In the car crash of the century
(terjatuh dari mobil berabad-abad)
My shattered hopes
(harapan saya hancur)
Collapse on cold cement
(runtuh pada semen yang dingin)
But in the back of the ambulance
(tapi di belakang ambulance)
I never felt so content
(aku tidak pernah merasa begitu puqs)
            A high-speed collision gave a new sense of sight
            (sebuah tubrukan berkecepatan tinggi memberikan sebuah sensasi pemandangan baru)
            To me
(padaku)
            And now my vision can render the scene
            (dan sekarang impianku dapat membalas adegan ini)
            A blurry image of wreckage and roadside debris
            (Sebuah gambar buram dari reruntuhan dan puing-puing di pinggir jalan)
            Happiness returned to me
            (kebahagiaan kembali padaku)
            Through a grave emergency
            (melewati kuburqn darurat)
I tossed and turned
(ku lempar dan berpaling)
In sterile apathy
(dala; apatis steril)
Until the violets
(sampai violet)
Arrived for me
(tiba padaku)
The bouquet burst
(rangkaian bunga meletus)
And blossoms filled the room
(dan bunga-bunga memenuhi ruangan)
And the place got smaller as they grew taller
(dan tempat itu menjadi kecil karena mereka tumbuh lebih tinggi)
And taught me to bloom
(dan mengajari aku menjadi bunga)
            A high-speed collision gave a new sense of sight
            (sebuah tubrukan berkecepatan tinggi memberikan sebuah sensasi pemandangan baru)
            To me
(padaku)
            And now my vision can render the scene
            (dan sekarang impianku dapat membalas adegan ini)
            A blurry image of wreckage and roadside debris
            (Sebuah gambar buram dari reruntuhan dan puing-puing di pinggir jalan)
            Happiness returned to me
            (kebahagiaan kembali padaku)
            Through a grave emergency
            (melewati kuburqn darurat)
The curtains decayed
(tirai membusuk)
The daylight poured in
(siang hari terpancar)
I was never afraid
(aku tidak pernah takut)
On the darkness again
(pada kegelapan lagi)
My burns were third-degree
(luka bakar saya adalah tingkat ketiga)
But I’d been set free
(tapi aku sudah dibebaskan)
Cuz grace had finally found its way
(karena karunia yang sudah menemukan caranya)
To me
(padaku)
            A high-speed collision gave a new sense of sight
            (sebuah tubrukan berkecepatan tinggi memberikan sebuah sensasi pemandangan baru)
            To me
(padaku)
            And now my vision can render the scene
            (dan sekarang impianku dapat membalas adegan ini)
            A blurry image of wreckage and roadside debris
            (Sebuah gambar buram dari reruntuhan dan puing-puing di pinggir jalan)
            Happiness returned to me
            (kebahagiaan kembali padaku)
            Through a grave emergency
            (melewati kuburqn darurat)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar